DIBEBERAPA TITIK PEMBANGUNAN PROYEK TOL PAS-PRO DIDUGA TIDAK SESUAI SPEK

Probolinggo – BHARANI.ID

sekitar 15 anggota lsm gagak hitam dan lsm macan kumbang serta sejumlah wartawan cetak maupun online mendatangi proyek jalan TOL PAS-PRO tepatnya diSTA 22+500 didesa muneng wetan kecamatan sumberasih kabupaten probolinggo mereka menuntut pelaksanaan pekerjaan proyek penguat tebing yang disinyalir menabrak SPEK dan RAB ,berdasarkan laporan dari masyarakat yang enggan disebutkan namanya telah menemukan kejanggalan-kejanggalan dalam pekerjaan tersebut pasalnya pasir yang dipakai adalah pasir lokal yang campur tanah.

Pengelola proyek tersebut yang disinyalir subkon dari PT WASKiTA KARYA sudah tidak mengindahkan RAB atau SPEK lagi yang akan berimbas kepada kerugian negara,rupanya faktor keuntungan saja yang dipikirkan oleh mafia-mafia berdasi itu namun pengaruh dari pekerjaan tersebut akan berakibat buruk pada mutu dan kualitas kekuatan proyek tersebut yang akan berimbas kepada masyarakat”ungkap”man investigasi.

Tidak hanya itu Kurangnya pengawasan dilapangan oleh PPK dan pihak PT.WASKITA KARYA selaku penanggung jawab proyek tersebut kurangnya fungsi kontrol yang membuat subkon mengerjakan pekerjaan asal jadi yang seakan-akan membiarkan melakukan pekerjaan tersebut tampa ada pengawasan yang ketat,beberapa kali ditelpon melalui selulernya untuk dikonfirmasi didik selaku humas diPT WASKITA KARYA tidak pernah mengangkat selulernya,sedangan AGUS MINARNO selaku PPK jalan Tol PAS-PRO juga enggan memberikan penjelasan terkait pekerjaan tersebut karena sudah bukan rananya.

Tidak hanya itu tanah hasil galian pelengsengan tersebut juga dicampurkan dengan timbunan yang ditaruh pada titik tol tersebut,seharusnya tanah yang dibuat timbunan harus melalui uji leb terlebih dahulu,hal tersebut sudah menyalai aturan-aturan yang telah ditentukan” tegasnya”msn” selaku humas dari lsm gagak hitam.

Dengan adanya temuan ini ketua lsm gagak hitam samsul huda akan segera melayangkan surat kepihak-pihak instansi terkait demi kelancaran proyek nasional tersebut (anton/ysn investigasi)