Kegiatan Dialog Kebangsaan Dalam Rangka Meningkatkan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Umat Beragama di Kep. Aru Maluku

Maluku, Kep. Aru. BHARANI.ID

Dalam rangka menyongsong bulan suci Ramadhan 1439 H dan agenda pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku 27 Juni Tahun 2018. Pada hari ini, Rabu 9 Mei 2018 Pkl.08.30 WIT bertepat di lantai II Kantor Bupati Jl.Pemda Raya Kelurahan Siwalima Kecamatan Pulau Pulau Aru Kabupaten Kepulauan Aru telah dilaksanakan kegiatan Dialog Kebangsaan dengan Tema Meningkatkan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Umat Beragama.

Kegiatan yang diselenggarakan oleg Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kab.Kep Aru ini dihadiri oleh;
– Bupati Kep Aru dr.Johan Gongga
– Kapolres Kep Aru AKP Adolop Bormasa, SH
– Kajari Kep Aru Ketut Winawa, SH.MH
– Ketua PHBI Bpk.Rusly Golap
– Perwakilan Kompi 734/SNS Pratu T. Papalia dan Sertu Ismail.Sangaji
– Tokoh agama
– sejumlah siswa dari tingkat SMA se – Kota Dobo.
– Tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat

Inti dari Sambutan Bupati Kep Aru menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Aru merupakan bagian intregal dari Kesatuan NKRI dimana kita memiliki banyak keberagaman dan kemajemukan sehingga kegiatan ini sangat penting dan sangat baik dalam rangka menambah wawasan kita tentang pentingnya penghormatan terhadap perbedaan dalam wujud mempererat tali silahturami di antara sesama pemeluk agama dan masyarakat secara umum.

Oleh sebab itu saya berharap dgn kegiatan dialog ini kita mesti terus berupaya memberikan pembinaan dan edukasi terhadap seluruh elemen masyarakat agar terhindar dari perpecahan dan konflik yang berbau SARA. Bupati juga memberikan apresiasi dan dukungan postif atas gagasan penyelenggara kegiatan ini.

Bupati mengharapkan agar dalam rangka mendukung komitmen Pemda yang telah mendeklarasikan Kab Kep Aru sebagai laboratorium kerukunan umat beragama di Maluku dan Indonesia maka Hal ini mesti terus dijaga dalam upaya mengembalikan rasa kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sebagai media pemersatu bangsa demi terwujudnya Kab Kep Aru yang sehat, cerdas, beradab dan relegi dalam bingkai kebersamaan SITA KAKA WALI.

Kegiatan dalam meningkatkan kerukunan umat beragama dilanjutkan dengan kegiatan Sosialisasi oleh Kepala Kanror Agama Drs H.ismail rumfot yang intinya menjelaskan tentang masalah2 yang gampang memicu konflik salah satunya konflik antar pribadi atau dalam peran sosial (interpribadi) misalnya antra peranan- peranan dlm kel atau profesi ( konflik peran), Konflik anrara kelompok- 2 sosial antar keluarga antar gank, Konflik kelompok terorganisir yang harus tetap dihindari sehingga hubungan antar umat beragama, masyarakat tetap terjaga.

Kemudian Kajari daoam memberikan arahan singkat menanggapi beberapa usulan terkait Kamtibmas yang intinya mengatakan bahwa  masyarakat janganlah menjadikan aparat hukum sebagai dapur untuk menangani berbagai maslah pidana ringan seperti perkelahian. Sebaiknya masalah pidana ringan diselesaikan secara kekeluargaan sehingga tidak memunculkan dendam dari orang lain yang berujung pada maslah baru yang mengganggu kamtibmas. Sungguh kasihan apabila yang  dihukum 1 orang tetapi apabila dia sudah berkeluarga, anak dan istrinya juga terkena imbasnya mereka. Kecuali pidana berat seperti pembunuhan dan pemerkosaan.

Kegiatan Dialog Kebangsaan dengan Tema Meningkatkan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Umat Beragama selesai  dengan lancar dan aman. (Andy)