KINERJA OKNUM SECURITY RSUD KOJA MEMALUKAN

Jakarta – bharani.id

Sesaat setelah menjenguk istrinya yg dirawat di IGD RSUD Koja, suami yg berinisial ES pun bergegas menuju parkiran.

Pasien yg diketahui bernama Ari Solati ini dirawat sebab keguguran kandungan di usia 5 bulan pada hari Sabtu, 27 Mei 2018.

Sang Suami yg berinisial ES terkejut ketika melihat motor yg ia parkir sudah tidak lagi ada di tempatnya, kejadian disinyalir terjadi sekitar pukul 20.00 WIB.

Melihat motornya tidak berada di tempat, ia pun menanyakan kepada salah satu dari tiga orang petugas security yg bertugas di pintu kaca Enter Gate.

ES terkejut dengan sikap salah satu petugas yg bernama Erik, yg menjawab pertanyaan dengan sikap arogan.

Pertanyaa ES sederhana, “Apakah kalian melihat motor Honda Blade yg diparkir disebelah sana? ” seraya menunjuk tempat yg tidak jauh dari posisi mereka. Jawab Erik, “Kenapa bapak parkir sembarangan?” dengan nada arogan. ES merasa tidak tau parkir ditempat yg salah karena fokus dgn kondisi istrinya yg kritis.

Singkat cerita, para petugas itu mengatakan tidak memindahkan motor tersebut dan juga tidak melihat siapa yg memindahkan motor tersebut. Salah seorang petugas lain yg bernama Iman menyuruh ES melihat ke parkiran dan menanykan ke petugas parkir.

ES merasa dipermainkan namun berusaha bersabar. Selanjutnya ES menayakan kepada petugas parkir apakah memindahkan motor, namun ia menjawab tidak dan tak terima dengan tuduhan security tsb.

Akhirnya ES mengajak petugas parkir untuk kembali mendatangi petugas security. ES merasa aneh tidak ada yg mau mengaku memindahkan motor, atau bahkan melihat siapa orang yg memindahkan motor tersebut padahal jarak mereka sangatlah dekat.

Karena merasa dipermainkan, ditambah lagi sikap petugas security yang arogan, akhirnya ES pun marah. Disebabkan kondisinya yang sudah sangat lelah, baik fisik maupun phsykologisnya

Pada saat ES marah karena tak terima dengan sikap security tersebut, gerombolan security itu justru berusaha menyudutkan bahkan hampir mengeroyok korban (ES). Keributanpun tak terelakkan, dan akhirnya berusaha didamaikan oleh Danru yg bernama Agus di pos security. Namun arogansi petugas tersebut terus berlangsung.

Keesokan harinya Senin, 28 Mei 2018 korban melaporkan kejadian tersebut kepada managemen RSUD Koja. Korban diterima oleh salah satu staff RS bidang pengaduan.

Pada hari Rabu, 30 Mei 2018 salah seorang staff management bidang Kordinator Security yang mengaku bernama Mandak menghubungi korban.

Namun pembicaraan via telfon itu tidak berhasil mendapatkan titik temu, bahkan sempat kembali terjadi cekcok mulut. Akhirnya Mandak menjanjikan untuk mengagendakan Pertemuan di RSUD Koja dalam rangka mediasi.

Pada hari Jumat, 1 Juni 2018 korban mengirimkan pesan melalui WA kepada Mandak menanyakan kelanjutan proses laporannya. Namun tidak pernah dibalas sampai dengan hari Selasa, 5 Juni 2018. Akhirnya korban menceritakan kejadian ini kepada rekan-rekan media.

Korban berharap agar kasus ini bisa ditindak lanjuti dengan baik oleh pihak management, demi tegaknya keadilan. (team)