SMA AL-IRSYAD Sangat Berharap Perhatian Serius Dari Pemerintah

Lampung Selatan – bharani.id

Ratusan pelajar SMA AL-IRSYAD Kelurahan Wau Urang Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, terpaksa harus melangsungkan kegiatan belajar mengajar dengan penuh ketakutan serta keraguan yang bisa berpengaruh pada konsentrasi belajarnya

Hal ini dilakukan karena kondisi ruang kelas yang tidak layak karena rawan ambruk serta bocor dan becek jika hujan turun.

“Sudah beberapa tahun terakhir ini kami terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dalam keterbatasan karena kondisi kelas yang rawan ambruk dan jika hujan selalu becek dan bocor,” kata Kepala SMA AL-IRSYAD  Safrizzaman,A.Md

Berita Rekomendasi

Karna Sekolahan tersebut sangat memprihatinkan, maka dengan ini kami selaku kepala sekolah serta mewakili komite sekolah sangat berharap partisipasi serta adanya bantuan Dari pihak Pemkab lampung selatan yang sekiranya bisa mewujudkan.adapun sarana dalam belajar mengajarnya diSMA AL-IRSYAD ini terdiri dari :
1 . Ruang belajar 3 lokal
2 . Kantor 1 lokal
3 . Computer 1 Buah
4 . Laptop 1 Buah
5 . Tidak Ada Wc
6 . Tidak ada Listrik
7 . Jumlah Siswa 112 Siswa
8 . Jumlah Guru 17 Orang, 1 Kepala Sekolah, 2 Wakil Kepala Sekolah
9 . Status Sekolah Akreditasi C
10 . Sarana Air Bersih Tidak ada

Menurut Safrizzaman,A.Md   SMA AL-IRSYAD  memiliki 112 orang siswa hanya memiliki tiga ruangan lokal, dan satu ruangan lokal digunakan untuk ruang guru dan tiga ruang lainnya untuk kelas. Selain ruang kelas yang sudah tidak layak, sekolah ini juga kekurangan meja dan kursi sehingga para siswa terpaksa belajar di lantai dan diluar kelas.

Kondisi seperti ini memang sangat memprihatinkan, tetapi pihak sekolah tetap berupaya memberikan yang terbaik untuk anak didiknya agar tetap bisa mendapatkan ilmu untuk masa depannya.

“Di tengah keterbatasan ini kami tetap harus bersemangat dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, selain itu mayoritas pelajar yang berasal dari kalangan tidak mampu menyebabkan sekolah sulit menarik iuran,” ujar dia.

Safrizzaman menambahkan sebenarnya pihak sekolah sudah melayangkan proposal permohonan bantuan ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten dan Pemerintah Lampung sejak tahun lalu, namun hingga saat ini belum ada respon.

Untuk itu pihaknya berharap bantuan dari siapapun agar ruang kelas untuk kegiatan belajar mengajar bisa lebih layak untuk kemajuan dunia pendidikan dinegara kita tercinta NKRI.(marhani)