MISTERI RITUAL DI BALIK SUMBER AIR NAGAN, KERAP DIKUNJUNGI WISATAWAN

MALANG – bharani.id

Kerajaan Singosari banyak meninggalkan warisan budaya yang perlu di lestarikan , salah satunya adalah wisata Sumber Nagan Singosari. Konon sumber air yang terletak di barat Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, kurang lebih 3 km dari jalan raya Surabaya malang arah barat pasar Singosari.

Keadaan air di Sumber Nagan agak sedikit berbeda dari sumber air pada umumnya, dinginnya air dan alami nya penorama disekitar membuat nilai ” magis ” tersendiri pada sumber itu. Banyak warga Jawa Timur yang melakukan acara ‘Ritual’ di sumber air itu, konon untuk kepentingan mengangkat kharisma atau membuka aura kepada setiap pengunjungnya. Apalagi, air di sumber ini mengalir sepanjang tahun, bahkan
saat ini, air sumber nagan yang kondisinya berupa dua gerojokan air yang disalurkan oleh pipa yang ditanam di sebuah batu itu, sudah dikenal oleh warga, terutama bagi warga yang senang dengan ritual penyucian.

Konon beberapa pemimpin daerah di Indonesia pun kabarnya juga pernah mendatangi sumber air nagan ini secara khusus, orang nomor satu di Indonesia pun pernah datang, ungkap warga sekitar yang enggan di sebutkan.

Beberapa pengunjung kerap melakukan ritual khusus dan membawa airnya pulang konon untuk Penyembuhan atau Ritual ” tutur warga sekitar.

Mata air Sumber Nagan berada di sebuah lereng jurang kecil yang terletak di antara sawah dan ladang milik petani. Dari jalan beraspal, situs ini hanya bisa dicapai dengan berjalan kaki, menyusuri jalan setapak di pematang sawah milik warga. Setelah itu, menuruni sekitar 20 anak tangga. Sumber Nagan memiliki sumber mata air yang deras dan jernih yang ditemukan pada tahun 1958 oleh Warsanti dan Kol. (Purn) DKM Koeswoto.

Sumber Nagan dahulunya merupakan mata air yang mengucurkan airnya dari bongkahan batu-batu besar yang dipahat menyerupai kepala sepasang naga raksasa. Namun pahatan kepala naga itu telah hilang sekitar tahun 1968, begitu halnya patung Syiwa yang ada di Banyu Biru.

Pada jaman Kerajaan Singosari, tempat tersebut diyakini sebagai tempat pemandian Ken Dedes dan Ken Arok. Kesakralan tempat tersebut dipercaya warga sekitar terjadi pada saat malam Sabtu Kliwon. Warga setempat meyakini bahwa Ken Dedes akan mengunjungi tempat tersebut untuk mandi. Di situlah warga berbondong-bondong untuk ikut berdoa agar keinginannya dikabulkan. Bagi wisatawan yang tertarik dapat ikut berbaur dengan pencari berkah tersebut.

Terlepas dari ritual apapun yang menempel dengan Sumber air Nagan, kita sebagai umat ber’agama harus percaya dengan adanya Tuhan Yang Maha Esa, terang ahli supranatural yang akrab dipanggil namanya sehari – hari Mbah Suro. (RS)